Senin, 26 September 2011

First Week @Ho Chi Minh, Vietnam

Apa sih yang menarik tentang Vietnam? Sejujurnya, kalau gooling tentang negeri ini, ada banyak kekurangan yang bisa langsung terdeteksi. Pertama, transportasi..
Ternyata, transportasi di Ho Chi Minh didominasi oleh sepeda motor. Yupss.. hampir seluruh jalan penuh sama motor. Dan jangan pernah mencoba nyetir sendiri di sini, unless u're so very sure of your driving ability or u're definitely ready for an injury. Tertib berlalu lintas di kota ini sungguh aneh nyaris mengesankan. Klakson bisa terdengar di mana pun. Dan aturan belok kanan-kiri-lurus nya pun aneh. Bahkan lalu lintas Jakarta masih lebih teratur dibanding Ho Chi Minh. Belum lagi dengan perbedaan posisi setir dan arah jalan. Di negara ini, posisi sopir ada di sebelah kiri, dan jalur mobilnya berlawanan dengan Indonesia. 

Kelemahan kedua.. not so friendly people. And its obvious. Mayoritas penduduk HCM tidak bertegur sapa dengan turis, walaupun mereka berprofesi sebagai pedagang. Beberapa berbicara dengan suara yang nyaring, dan (maaf) terdengar kurang sopan. But one thing is better, mereka tidak staring saat melihat perempuan berpakaian minim/sexy. And be sure, alot of pretty girls in here. So less of handsome guys, sadly :((

Belanja di HCM? Well, pusat belanja kota ini ada di Ben Thanh Market. Semacam pusat pasar tradisional, menjual beragam buah, local foods, pakaian, accesories dll. Satu hal yang menarik, di toko-toko sepanjang pinggir jalan, menawar tidak diperbolehkan. Di bagian depan toko sudah tertulis "FIXED PRICE" dan seberapa banyak pun kita membeli, tidak akan ada diskon. So, hematlah energi untuk menawar dan perhatikan price tag sebelum membeli.... :)   Because not everything here is cheap.../

Food? Untuk non-Muslim, ini adalah surga makanan murah dan enak, ASALKAN bisa berbahasa lokal hehehe. Sedikit sekali masyarakat lokal yang bisa berbahasa Inggris, dan menariknya, kita akan jadi ahli bahasa tubuh :D

Be ware of local crimes... Vietnam adalah negara yang relatif aman, tapi kewaspadaan tidak boleh dilepas. Perhatikan tas/barang bawaan selama berjalan atau berkendara. Sedikit observasi, kita bisa melihat mayoritas penduduk lokal tidak membawa tas jinjing (female bags). 

Another notice, sedikit sekali bus kota yang beroperasi di kota ini. Mayoritas adalah taksi dan (AGAIN) sepeda motor. 

Final Notice: untuk yang berniat menjadi turis di Vietnam, lebih baik berwisata dengan tour/travel agency. Never come alone to this country, getting lost is easier than asking "where am i" .. :D

Selasa, 20 September 2011

Promoted - A Chance to Shine or A Stone to Stumble Upon

Finally got Promoted :)

Hati senang, gembira, merasa dihargai dan kerja keras (padahal kalau mau jujur, ga merasa kerja keras hehehe) ternyata tidak diabaikan... :)
That was last week, when i first got the increment and promotion letter.. This week??

Stress dimulai T___T
Ternyata promosi itu bukan hanya sekedar kenaikan jabatan dan salary, please note untuk pekerja-pekerja yang belum berpengalaman di luar sana.. Promosi juga berarti segudang tugas dan tanggung jawab baru. Bukan hanya pekerjaan yang pernah atau sedang kita kerjakan, tapi pekerjaan yang belum pernah kita sentuh sebelumnya. Something really new, something that we need to learn on... sometimes in a hard way :(


The good thing about this is, i get to visit Kuala Lumpur selama kurang lebih 3 minggu, dengan biaya kantor :)
Merasakan penuhnya LRT (kereta commuter), dan Monorail, sampai hiruk pikuknya suasana malam di Bukit Bintang. Senin-Jumat merasakan rutinitas sebagai employee di Kuala Lumpur, then being a tourist on weekend.. Ternyata rutinitas di sana ga beda jauh dengan Jakarta. Even though, personally i still prefer Jakarta. Satu hal yang lebih baik dari Jakarta adalah soal kebersihan.. This city is so clean, unlike Jakarta. Atau mungkin yang keliatan baru sisi terbaik kota KL, sama seperti wilayah Sudirman, Kuningan di Jakarta.

And now, i'm preparing for a new visit to Ho Chi Minh, Vietnam. Yep.. another project to handle. Honestly, hati senang dan menanti-nantikan seperti apa rasanya berkunjung ke Vietnam, yang sedang menjadi tujuan favorit banyak pelancong. But then, satu hal yang menjadi kekhawatiran (mulai menjurus ke ketakutan), adalah masalah tanggung jawab yang dilimpahkan dalam project ini. Kalau saja bisa teriak, mungkin sudah kuteriakkan sekuat tenaga... AARRRRGGGHHHHH SAYA TAKUT!!!!! (dengan sedikit gaya lebay hehehe)..

Duh.. ingin rasanya untuk menenangkan hati ini, ingin sekali bisa saying to myself: You're gonna be alright!!! And truly believe in those words. Please Lord, help me to cope with this.. especially as now i'm on the crossroad of my life.. As now i have to start picking up on which way to go..

Selasa, 10 Mei 2011

Catatan Harian - One day at Work

First blog post :)
Senangnya bisa menulis lagi. Hari ini menganggur di kantor, ga jelas mau ngapain, dan ga niat untuk mencari kerjaan. Sendirian pula, secara rekan kerja yang lain sibuk UAT di klien. Risk as a single fighter, in this case, as a single support for existing client. Tapi ada enaknya juga loh ga kerja dalam tim, bisa flexible nentuin waktu, mau ke klien jam berapa, balik jam berapa. None to ask for approval.

Kalo sepi gini, malah jadi merenung. Dulu, masih SMU, mikir mau kuliah. Uda kuliah, mikir mau kerja, enak sepertinya lihat orang-orang yang uda kerja, bisa beli ini itu, pergi liburan, bebas belanja, dan lain-lain. Sekarang pas uda kerja, rasanya mau balik ke masa-masa SMU. Saat masih bebas dan tanpa tanggung jawab. So, buat para ABG yang mau buru-buru dewasa, jangan deh. Mending nikmati sepuasnya masa-masa bebas kalian. Kecuali memang kalian mau jadi losers, yang ga peduli dengan tanggung jawab, ga punya integritas, dan masa bodo dengan kepercayaan orang lain (macam anggota dewan yang katanya terhormat).

Ternyata, dalam dunia kerja, yang berat itu bukan technical pekerjaannya, tapi justru ke mentalitas kita, rekan kerja, klien dan atasan. Jadi teringat dulu pertama kali masuk kerja, antusiasme luar biasa, nyari-nyari kerjaan, semakin banyak semakin semangat. I was thinking about learning new things, new knowledge, new technology, new methodology, intinya belajar something yang sophisticated. Ternyata oh ternyata, skill teknis yang dipelajari semasa sekolah dan kuliah itu cuma sepersekian yang diaplikasikan ke dunia kerja. Mostly justru adalah mental dan interpersonal skill yang dibutuhkan. Karena semua kemampuan teknis itu bisa kita pick-up along the way, alias belajar di tempat. Sewaktu kita diharuskan mengerjakan hal-hal baru, otomatis kita akan mulai melihat resources dan belajar. So, being smart at school is not a guarantee for success, but being 'wise' at workplace will surely bring you to a higher level.